Kemenangan Obama dan Strategi Sosial Media

Obama, Kemenangan Obama, Sosial Media

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kemenangan Obama pada 2008 tak lepas dari kejeliannya memanfaatkan kekuatan sosial media. Hasilnya, Obama sukses menjaring hampir 70% pemilih usia muda . Pencapaian yang fenomenal ini membuat The Advertising Age dan American Marketing Association menobatkan Obama sebagai Marketer of the Year.

Di tahun 2012, Obama kembali mencalonkan diri menjadi presiden AS untuk ke-2 kalinya. Dalam upaya melanjutkan kepemimpinanya, Obama harus menghadapai tantangan yang cukup serius. Banyak survey yang menyebutkan dukungan suara terhadap Obama menurun. Beberapa pengamat bahkan menyangsikan Obama dapat mengulang kesuksesannya di tahun 2008.

Keraguan publik “Paman Sam” terhadap Obama bukan tanpa alasan. Obama dianggap gagal membawa Amerika keluar dari krisis ekonomi. Para pemilih usia muda yang awalnya mendukung Obama juga banyak yang menarik dukungannya. Mereka pada umumnya meragukan kemampuan pemerintahan Obama dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka.

Keraguan warga Amerika akhirnya dipatahkan oleh tim kampanya Obama. Lewat strategi pendekatan komunikasi yang tepat dan berkesinambungan, Obama mampu menjawab semua kegalauan publik. Obama berhasil mencuri hati warga Amerika dan kembali terpilih menjadi presiden AS dengan kemenangan telak.

Jika Obama adalah merk suatu produk, maka proses kemenangan Obama adalah contoh kasus yang menarik untuk dicermati. Menarik karena merk tersebut mampu memenangkan persaingan disaat sedang kehilangan pelanggan setianya. Apa yang dilakukan Obama?

 

Obama dan Sosial Media

Obama kembali menggunakan sosial media sebagai “pasukan tempur” yang strategis. Pemilihan sosial media oleh tim kampanye Obama didasari dari hasil riset yang menyebutkan bahwa 83% pengguna internet menggunakan situs jejaring sosial. Bahkan jika dibandingkan dengan 2008, pengguna jejaring sosial jumlahnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Sebut saja facebook, jika pada 2008 pengguna facebook tercatat 100 juta orang, kini jumlahnya telah menembus 800 juta pengguna.

Tim kampanye Barrack Obama menggunakan sosial media untuk melakukan diskusi interaktif dengan para pendukungnya. Inilah keunggulan sosial media yang tidak diimiliki oleh iklan. Sosial media menjadi komponen pemasaran yang paling strategis dari kampanye Obama. Fungsinya tidak hanya untuk menyampakian pesan, tapi juga berperan untuk meciptakan hubungan emosional yang kuat antara figur Obama dengan para pendukungnya.

Melalui pendekatan virtual inilah kemudian bermunculan para sukarelawan yang tak pernah berhenti mengkampanyekan Obama. Mereka rela “bekerja” untuk Obama tanpa imbalan upah sepersen pun. Pesan dari Obama yang disampaikan melalui akun Facebooknya selalu tersebar dari akun ke akun yang lain. Bahkan foto Obama yang sedang memeluk istrinya, Michelle Obama, dishare ratusan ribu kali oleh para pendukungnya di Facebook. Di Twitter, foto tersebut juga direwteet ratusan ribu kali oleh follower Obama. Sungguh ini adalah sebuah arus komunikasi yang mengalir deras dan sulit dibendung.

 

Obama, Istri, Michelle Obama

 

Youtube adalah salah satu media yang tak luput dari perhatian Obama. Serangkaian video diunggah di Youtube untuk menarik lebih banyak pemilih agar berpartisipasi dalam pemungutan suara. Hasilnya pun tak tanggung-tanggung, Obama kembali muncul di situs-situs berita sosial beberapa jam sebelum pemungutan suara ditutup.

Komunikasi yang tak pernah terputus membuat nama Obama semakin menancap di benak warga Amerika. Melalui akun Twitternya, tim kampanye Obama tak pernah berhenti mengirimkan twit kepada pendukung Obama yang tersebar di seluruh dunia. Mereka mengajak para pemilih untuk datang ke TPS dan terus menyaksikan proses pemungutan suara kendati TPS telah ditutup. Action seperti ini tidak diakukan oleh pesaingnya, Rommey.

Menurut Twitter, tercatat ada 20 juta orang melakukan “twit” sebelum Obama terpilih kembali sebagai Presiden AS untuk masa jabatan kedua. Angka ini merupakan pencapaian terbesar yang dialami Twitter dalam sejarah politik AS.

Setelah jaringan TV di AS menyimpulkan kemenangan bagi Obama, orang nomor satu di AS ini langsung menyambutnya dengan aksi klimaks yang luar biasa. Melalui akun Twitternya, Obama membuat twit kepada 22 juta followernya. ”Ini terjadi berkat Anda. Terimakasih”. Kontan aksi Obama tersebut di-retweet lebih dari 320.000 kali. Postingan Obama tersebut adalah yang terbanyak di re-tweet.

Kesuksesan Obama membuktikan bahwa sosial media bukan lagi media gaul bagi para ABG. Sosial media kini telah berkembang menjadi media pemasaran yang strategis. Jika Anda ingin membangun brand dan menciptakan pelanggan yang loyal, tak ada salahnya untuk memanfaatkan sosial media. Siapa tau kesuksesan yang dialami Obama juga akan Anda alami. Tetap semangat Indonesia!

Baca juga:
Warisan Steve Jobs
Jokowi Blusukan, Jokowi Menang
Rahasia Sukses Dahlan Iskan
7 Tips Bisnis Reinald Kashali

 

Related posts:

Strategi Komunikasi : Rational itu Penting.
Memaksa Setia
Menjual Ritual

1 Comment

Leave a Comment